Sabtu, 17 November 2012

"NALURI SEORANG WANITA"



Perkenalkan
Nama saya        : Dwi Murahati
Tempat, tgl lahir : Blora, 16 Agustus 1964
Saya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana no 2 dari 5 bersaudara
Nama Bpk        : Kasturi
Nama ibu          : Rahimah (almarhumah)
Masa kanak2ku sangat memprihatinkan kala itu kaum wanita jarang yang berkesempatan bisa sekolah sperti laki-laki.


Kaum wanita hanya diperbolehkan masak dan bantu ibu di rumah, namun diam2 saya selalu berfikir bagaimana caranya agar aku bisa sekolah tanpa sepengetahuan ortu (bapak dan ibu) kala itu aku punya tugas wajib tiap pagi harus menyapu halaman rumah yg luas lalu munumbuk jagung dan memasaknya dicampur dgn beras jadi nasi dan masihditambah lg hrs masak  lauk pauk guna tuk makan sekeluarga setelah  itu bantu ibu jaga dagangan diwarung.
Seusai makan siang keluarga ibu kulakan(beli) beras di selepan krn rmh kami  dekat dgn selepan untuk di jual lg. Setiap kali ada kesempatan aku lari ke SD yang kebetulan jg dekat rumah. Biasanya setelah jam istirahat ke 2 di tiap kelas ada acara tanya jawab aku selalu mengikuti dibelakang kelas dengan cara mengintip di sela2 lubang maklum sekolah kala itu bukan gedung tembok melainkan dari papan kayu jati.
Aku sering menjawab dengan lantang semua pertanyaan guru karena semua murid banyak yang g bisa menjawab. Hal ini rupanya menjadikan perhatian Kep Sekolah yang dengan diam2 sengaja menyaksikan kenekatanku dengan pura2 ngecek sesuatu di luar kelas.
Dari hari berganti minggu dan minggu berganti bulan hal ini menjadikan aku semangat membayangkan saat itu aku sekolah.

==========dan pucuk dicinta ulam tiba=========
Pada suatu hari saat itu cuaca gerimis, Bapak Kep Sekolah hadir ke rumahku menemui bpk ibuku mengajukan usulan agar Dwi Murahati diperbolehkan untuk sekolah. Pada awal ortu bersi keras tidak boleh namun bpk Kep Sekolah g mau menyerah bahkan mengajukan permohonan agar diperbolehkan untuk menyekolahkanku dikota. Ortu tdk mau kalah dgn alasan beliau yg melahirkan. Aku berdoa dan memohon pd yang Kuasa moga aku bisa sekolah. Sembari usaha mencuri waktu untuk mengikuti menjawab pertanyaan dlm acara tanya jawab.
Pada kesempatan lain Bpk  Camat datang ke rumah menemui bapak ibuku minta ijin agar diperkenankan untuk menyekolahkanku namun lg2 ortuku selalu tdk mengijinkanku lama lama aku jengkel aku menangis sembari mengajukan pertanyaan kpd bpk ibuku (aku): ibu knp aku g blh sekolah ?
                                                                          (ibu) karena kamu perempuan
                                                                           (aku) apa bedanya laki dan perempuan ? Kan dua2nya juga terlahir dr perut yg sama ---> sambil terisak. Namun isak tdk menjadikan iba malah menjadikan amarah ibu memuncak. Aku diawasi bener2 g boleh keluar rumah namun tdk sedikitpun memudarkan keinginanku tuk sekolah. tiap ada waktu aku gunakan belajar dgn membaca secara sembunyi2 di lumbung padi buku2 yang dipinjami oleh Kep Sekolah.

######## sejarah yang tak kan terlupakan#####
dari kecil aku tdk biasa tidur siang namun siang itu krn terlalu kecapaian aku terlelap dalam lumbung padi dan terbangun kaget krn diluar berisik ternyata banyak tamu ramai2 mencariku mereka adalah para guru SD 1, bpk Camat dan bpk Carik. Saat itu adalah 15 Mei yg mana 20 Mei aku mewakili SDN 1 lomba cerdas cermat -------------> senyum gembira menghiasi wajahku terbayang bakal sekolah ......> yessssssss pasti aku kan sekolah !!!!!!!!!!!! Allohu Akbar
Dgn yakin dan tanpa sdkitpun keraguan 20 mei aku adu cerdas tangkas dgn diantar Kep Sekolah Bpk Ngasiran BA dan pulang membawa kebanggaan juara 1 se Kecamatan (ada 17 SDN dan 5 SD IMPRES)
Alhamdulillah akhirnya aku bener2 sekolah dan selalu mewakili sekolah setiap ada lomba cerdas cermat mulai dari Kecamatan, Kabupaten, Karesidenan dan Propinsi. Juara 1 selalu kuraih dan berhasil mengharumkan nama sekolah dan mendapat peringkat teladan tak terasa waktu begitu cepat 1976 aku lulusan.
Di sini kembali aku dihadapkan masalah. Dulu aku bisa sekolah karena ada yang belain Kep Sekolah, Guru dan Camat. Sebenarnya mereka tetap saja peduli tapi ortu ku susah dihadapi susah diarahkan dan terlalu kuat pada prinsipnya tanpa memikirkan jangka panjang pendidikan ke depan itu bgmn ?
Ortu tetap pada prinsipnya aku diam2 juga bersikeras ""bagaimanapun juga aku harus sekolah""
Aku nekat karena rumah jauh, pagi2 aku bangun mandi, subuh langsung berangkat jam 7 sampai di sekolah tanpa sarapan dan makan siangpun tidak hanya kadang2 diberi snack/jajan oleh teman jam 1 pulang jln kaki sampai di rumah jam 3 kadang 3  lebih  bila ada nasi ya makan bila g ada ya sudah seadanya. Begitulah liku2 masa kanak2ku yang boleh dibilang seperti tidak punya belai kasih namun aku g pernah patah semangat sampai akhirnya karena sesuatu hal ibu sakit dan harus dirawat di rumah sakit ini yang bener2 membuatku pusing karena pihak dokter mengatakan dianogna tidak ditemukan suatu penyakit jadi intinya menurut dokter ibu tidak sakit dan disarankan untuk cek out/ pulang cari obat jawa. Innalillahi wainnalillahitaAllah Senin pulang selasa jam 8 ibu meninggal.

  1. Sepeninggal ibu keluarga jadi makin berantakan anak lelaki semakin merasa kuasa mengenai harta warisan. Aku tak peduli bagiku yang penting aku harus bisa sekolah. Aku pergi meninggalkan keluarga dan kampung halamanku demi mencari ilmu dgn kepolosan jati diriku. Kukurbankan tenaga dan dan fikiranku demi keinginanku untuk sekolah. Aku ikut ngenger di rumah Kep Sekolah SMEA kerja keras banting tulang tnpa di gaji / imbalan apapun asal boleh sekolah. Di rumah ini aku sekaolah tanpa belajar karena tiada waktu yg tersisa sedikitpun karena di rumah tsb Kep Sekolah mempekerjakan penjahit 100 orang, tukang obras 12 orang dan masih ada bagian designer bbrp orang di + supir dan 2kuli semua aku yang harus masak untuk makan. Kep Sekolah sekeluarga gembira krn aku rajin dan sekolahku selalu ranking walau tanpa belajar.
  bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar