RINGKAS CERITA PRA - EX BMI
Aku
DWI MURAHATI hanya wanita lemah, hamba Allah yang miskin dan biasa hidup apa adanya namun tetap semangat demi buah hati tercinta agar memiliki masa depan seperti remaja lain walau tanpa figur seorang ayah.
Bekerja di sebuah perusahan garmen di Surabaya di bidang / bagian marketing kala itu. Dengan berjalannya waktu anak2ku tumbuh besar dan biaya hiduppun makin besar dan bertambah banyak aku makin terasa sangat berat keteteran itulah awalnya aku berpikir lebih nekat untuk mendapatkan halal yang bisa mencukupi biaya hidup keluargaku dan saat itu satu2nya jalan aku harus memilih menjadi domestik helper. Aku tak perduli orang ngomong apa yg penting keluargaku tetap bisa makan dan hidup dari hasil jerih payahku sendiri dan tidak meminta ke siapapun
Tahun 1999 - 2002 menjadi BMI Malaysia
di sini sukses sebagai BMI tapi tidak di perolehan penghasilan, karen minimnya gaji standart. Akhirnya aku memutuskan pulang karena saat itu disamping gaji yang aku terima sangat minim juga karena mau memasukkan anak pertamaku ke sekolah tingkat menengah Pertama ( SMP ) Saat itu setelah ngurus pendaftaran ke sekolah Negeri dan diterima di sebuah SMP ternama di situ. Aku memulai ikut bisnis MLM yang saat itu lagi ngetren.
Namun tak berjalan lama, karena aku merasa pendapatan tak sesuai dengan yang aku inginkan. Dan kembali ingin kerja di luar yang memang segalanya cukup menjajikan.
Tahun 2003 awal menjadi BMI Hong Kong hingga 2016
Dengan Niat, tekat dan semangat yang membara yang kutulis dalam buku kecil sbb : AKU AKAN CARI UANG YANG BANYAK AGAR ANAK2KU BISA KULIAH HINGGA FINISH & DAN SUKSES MENJADI SARJANA
maaf tulisan ini mungkin akan menjadi bahan tertawaan sinis bagi siapa saja yang membacanya saat ini tapi itulah kenyataan dan fakta diriku saat itu yang memang hidupnya tidak seberuntung Anda
dan semua itu menjadi bahan cercaan ataupun hinaan oleh teman2 sejawatku sendiri ada yang tega berucap mbak2 mbok digrayangi jithokmu kowe ki sopo kok arep nyekolahno anak sampai perguruan tinggi, kowe arep dadi babu pirang puluh tahun heee... trus ada juga yang mengatakan sbb : ndidik anak gak usah sekolah dhuwur mak sing penting iso pinter nyambut gawe golek duit, contohe Susi kae ora kuliah kok yo iso dadi menteri dll dll
aku tak pernah patah semangat dan justru menggebu karena aku punya keyakinan PASTI BISA.
Apapun adanya aku tetap semangat dan bersyukur, aku tak pernah merasa hina sebagai BMI, dan aku bangga serta bersyukur karena Allah SWT masih memberiku kesempatan bisa menjadi BMI.
Walau tak sedikit mereka yang memandang hina kami sebagai BMI, aku tak peduli. Hinaan aku jadikan PEMICU smangat tuk mewujudkan impianku.
Alhamdulillah thn 2012 anak pertamaku wisuda lanjut tinggal anak kedua dan alhamdulillah dengan usaha keras mereka kakak beradik semua kelar kuliah anak terakhir baru wisuda S1 setelah aku pulkam. Terima ya Allah
Engkau maha segalanya, aku yakin semua bisa sesuai kehendakMu
Allahu Akbar.
manusia berusaha, iktiar dan berdoa namun Engkaulah penentunya
wisuda thn 2012
ananda PRINANDA SETIA DWI PUSPITA
wisuda thn 2018
wong temen bakal tinemu
wong nandur bakal ngundhuh
berpegang pada pepatah Jawa itulah aku punya keyakinan PASTI BISA
aku tetap semangat dan bersungguh sungguh dalam berupaya tuk mewujudkan impian.
Dan tetap lilo legowa / rendah hati menanggapi semua hinaan 2 yg kuterima baik dari teman, sahabat, keluarga maupun orang lain krn aku yakin HINAAN AKAN KEMBALI KEPADA YG BERUCAP.
Syukur pada Allah SWT atas segala karunia yg telah Enkau limpahkan hingga kini masih Engkau berikan kesempatan bernafas, bergembira dan menikmati segala yang ada.
Aku wanita lemah yg beranjak dari 0 kecil kini telah Engkau anugerahi 2 orang putri yg cantik, pintar sudah Sarjana dan punya tempat tinggal yang begitu nyaman


Tidak ada komentar:
Posting Komentar